TEORI PEWARISAN SIFAT
Materi IPA SMP/MTs
Pengertian: Pewarisan sifat adalah proses diturunkannya informasi genetik dari induk kepada keturunannya. Genetika modern menjelaskan bahwa informasi tersebut terutama dibawa oleh DNA yang terdapat dalam gen dan kromosom.
A. Teori Pencampuran (Blending Inheritance)
1. Tokoh yang mengemukakan
Teori ini tidak memiliki satu penemu tunggal. Gagasan pencampuran sifat telah dikenal sejak lama dan menjadi bagian dari perdebatan biologi pada abad ke-19, termasuk pada masa Charles Darwin.
2. Isi teori
Sifat dari ayah dan ibu dianggap bercampur menjadi satu pada keturunannya, seperti dua warna cat yang dicampur sehingga menghasilkan warna baru.
3. Contoh
Menurut gambaran teori ini, dua induk dengan sifat berbeda diperkirakan menghasilkan keturunan dengan sifat perantara.
4. Kelemahan
- Tidak menjelaskan dengan baik mengapa suatu sifat dapat muncul kembali setelah tidak tampak pada generasi sebelumnya.
- Tidak sesuai untuk menjelaskan pola pewarisan sifat yang terpisah seperti yang ditemukan Mendel.
B. Teori Pangenesis
1. Tokoh yang terkait
Gagasan awal pangenesis sering dikaitkan dengan Hippocrates. Charles Darwin kemudian mengembangkan hipotesis ini secara lebih terperinci pada tahun 1868.
2. Isi teori
Darwin mengusulkan bahwa berbagai bagian tubuh menghasilkan partikel sangat kecil yang disebut gemmules. Partikel tersebut dianggap berkumpul dan berperan dalam pembentukan keturunan.
3. Contoh
Menurut hipotesis ini, perubahan atau perbedaan pada bagian tubuh induk dianggap dapat tercermin pada partikel yang ikut membentuk keturunannya.
4. Kelemahan
- Keberadaan gemmules tidak terbukti sebagai mekanisme pewarisan sifat.
- Genetika modern menjelaskan pewarisan terutama melalui DNA, gen, kromosom, dan sel kelamin.
C. Teori Pewarisan Sifat yang Diperoleh
1. Tokoh dan tahun
Jean-Baptiste de Lamarck (1744–1829), naturalis asal Prancis, memaparkan gagasan evolusinya pada tahun 1809.
2. Isi teori
Lamarck berpendapat bahwa penggunaan atau tidak digunakannya organ dapat menyebabkan perubahan pada organ tersebut. Menurutnya, perubahan yang diperoleh selama hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.
3. Contoh: leher jerapah
Menurut penjelasan Lamarck, jerapah sering menjulurkan leher untuk meraih daun yang tinggi. Lehernya kemudian menjadi lebih panjang dan perubahan tersebut diwariskan kepada keturunannya.
4. Penilaian ilmu modern
Penjelasan Lamarck tidak diterima sebagai mekanisme utama evolusi. Menurut ilmu modern, variasi genetik yang dapat diwariskan muncul antara lain melalui mutasi dan rekombinasi. Seleksi alam dapat membuat variasi yang menguntungkan menjadi lebih umum dari generasi ke generasi.
D. Teori Pewarisan Sifat Mendel
1. Tokoh dan tahun
Gregor Johann Mendel (1822–1884) melakukan percobaan persilangan tanaman kacang ercis (Pisum sativum). Hasil penelitiannya diterbitkan pada tahun 1866.
2. Isi teori
Mendel menunjukkan bahwa sifat diwariskan melalui faktor-faktor yang terpisah, bukan sekadar bercampur menjadi satu. Faktor pewarisan yang dipelajari Mendel kini dikaitkan dengan gen, yang memiliki variasi bentuk disebut alel.
3. Hukum Mendel
- Hukum segregasi: pasangan alel berpisah saat pembentukan sel kelamin sehingga setiap gamet membawa satu alel dari pasangan tersebut.
- Hukum asortasi bebas: alel dari gen berbeda dapat diwariskan secara independen apabila gen-gen tersebut tidak terpaut dan kondisi pewarisannya sesuai.
4. Contoh sederhana
Pada persilangan Aa × Aa, kemungkinan genotipe keturunannya adalah AA, Aa, Aa, dan aa. Perbandingan genotipe yang diharapkan adalah 1 : 2 : 1.
5. Makna teori
Penelitian Mendel menjadi dasar genetika klasik. Namun, tidak semua sifat mengikuti pola Mendel sederhana. Banyak sifat dipengaruhi oleh banyak gen dan lingkungan.
Kesimpulan
Teori pencampuran, pangenesis, dan pewarisan sifat yang diperoleh merupakan gagasan historis. Penelitian Mendel dan perkembangan genetika selanjutnya menghasilkan penjelasan yang lebih kuat bahwa informasi pewarisan terutama dibawa oleh DNA dalam gen dan kromosom, lalu diteruskan melalui sel kelamin.
Ringkasan Perbandingan
| Teori | Tokoh | Gagasan utama |
|---|---|---|
| Pencampuran | Tidak ada satu penemu tunggal | Sifat induk dianggap bercampur menjadi sifat perantara. |
| Pangenesis | Hippocrates; dikembangkan Charles Darwin | Partikel dari bagian tubuh dianggap ikut membentuk keturunan. |
| Pewarisan sifat yang diperoleh | Jean-Baptiste Lamarck | Perubahan akibat penggunaan atau tidak digunakannya organ dianggap dapat diwariskan. |
| Pewarisan Mendel | Gregor Johann Mendel | Faktor pewarisan sifat terpisah dan mengikuti pola tertentu. |