Pewarisan Sifat: Sejarah, Hipotesis Mendel, & Hukum Mendel I - II
Pengantar: Percobaan persilangan yang dilakukan Gregor Mendel merupakan tonggak awal lahirnya genetika modern. Melalui penelitian pada kacang ercis, Mendel berhasil merumuskan hukum dasar pewarisan sifat yang berlaku bagi seluruh makhluk hidup.
1. Sejarah Gregor Mendel (Bapak Genetika)
Gregor Johann Mendel (1822–1884) adalah seorang biarawan dan ilmuwan asal Austria. Pada tahun 1856 hingga 1863, ia melakukan penelitian persilangan tanaman secara sistematis di kebun biara di kota Brno. Hasil temuannya dipublikasikan pada tahun 1866, namun baru diakui dunia internasional pada tahun 1900 sehingga ia dinobatkan sebagai Bapak Genetika Modern.
2. Alasan Pemilihan Kacang Ercis (Pisum sativum)
Mendel memilih tanaman kacang ercis (*Pisum sativum*) sebagai bahan eksperimen karena memiliki keunggulan berikut:
- Memiliki Sifat Beda yang Kontras: Mudah dibedakan (misal: biji bulat vs keriput, bunga ungu vs putih).
- Dapat Penyerbukan Sendiri: Struktur bunga tertutup sehingga mudah menghasilkan galur murni.
- Mudah Disilangkan Buatan: Penyerbukan antar varietas mudah dikontrol oleh manusia.
- Siklus Hidup Singkat: Cepat berbunga dan menghasilkan biji.
- Keturunan Banyak: Menghasilkan jumlah biji melimpah untuk dianalisis secara statistik.
| Sifat yang Diamati | Sifat Dominan | Sifat Resesif |
|---|---|---|
| Bentuk Biji | Bulat (B) | Keriput (b) |
| Warna Biji | Kuning (K) | Hijau (k) |
| Warna Bunga | Ungu (U) | Putih (u) |
| Ukuran Batang | Tinggi / Panjang (T) | Pendek / Kerdil (t) |
3. Empat Hipotesis Dasar Mendel
Ringkasan Hipotesis Mendel:
- Faktor Keturunan Berpasangan: Setiap sifat ditentu oleh sepasang faktor (gen/alel), satu dari jantan dan satu dari betina.
- Dominan dan Resesif: Sifat dominan akan menutup ekspresi sifat resesif jika keduanya berada bersama.
- Pemisahan Bebas (Segregasi): Pasangan alel memisah secara bebas saat pembentukan gamet (sel kelamin).
- Pengelompokan Bebas: Alel-alel dari gen yang berbeda mengelompok secara bebas tanpa bergantung satu sama lain saat pembentukan gamet.